Homo homini socius” begitu yang dulu saya pelajari dalam sekolah menengah atas. untuk artinya saya rasa sudah banyak orang yang tahu, “manusia adalah rekan bagi sesamanya.” Pikiran homo homini socius ini ditaruh untuk mengkritisi, mengoreksi, dan memperbaiki sosialitas yang saling memangsa dalam “homo homini lupus” yang memiliki makna manusia adalah serigala bagi sesamanya.

Mungkin hal di ataslah yang mendasari mengapa manusia membentuk komunitas, apapun itu. Karena hobi yang sama, karena pola pikir yang sama, karena kebutuhan yang sama atau apapun itu alasannya memiliki sebuah komunitas jauh lebih menyenangkan daripada sendiri. Sudah banyak komunitas yang saya ikuti karena kesamaan kesamaan tersebut dan biasanya ikatan kekeluargaan dalam sebuah komunitas terjalin dan mengalir apa adanya, dalam satu komunitas kita sering merasa bagaikan saudara atau bahkan keluarga.

Perasaan kehilangan pasti timbul jika sebuah komunitas mati atau terpecah, mungkin terdengar sedikit sentimentil, tapi kesedihan pasti ada jika komunitas yang sudah terjalin harus bubar begitu saja. Apapun yang terjadi ‘life must go on’ kehidupan akan terus berjalan, meskipun tidak lagi ada waktu untuk ngumpul ataupun ngobrol bareng kita telah menjadi sebuah keluarga.

Met ultah #sebelah, 5 tahun sudah kita habiskan waktu bersama menyusuri relung waktu di dunia fana dan maya.

Tinggalkan Balasan